Jumat, 28 September 2012

Taksonomi Tumbuhan


KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN, TAKSONOMI, SISTEMATIKA TUMBUHAN SERTA HUBUNGAN TAKSONOMI DENGAN ILMU LAINNYA
NURAINI ( 1005015092 )

ABSTRAK
Penulisan ini berisi tentang Keanekaragaman tumbuhan , Taksonomi, sistematika tumbuhan, dan hubungan taksonomi dengan ilmu lainnya. Dimana didalam penulisan ini dijelaskan bahwa  kenekaragaman merupakan ungkapan untuk menggambarkan keadaan bermacam-macam suatu benda, yang dapat terjadi akibat adanya perbedaan dalam hal ukuran, bentuk, tekstur ataupun jumlah dan sifat yang nampak pada berbagai tingkatan organisasi kehidupan. Selain itu dijelaskan pula tentang Taksonomi tumbuhan yang didalamnya membahas tentang sistematika tumbuhan, klasifikasi, biosistematik, dan hubungan taksonomi dengan ilmu lainnya. Sehingga memudahkan kita membedakan antara tumbuhan yang satu dengan yang lainnya.

PENDAHULUAN
Dalam setiap keanekaragaman tumbuhan, para ahli botani selalu menghadapi persoalan dalam menentukan tingkat taksonomi golongan tumbuhan yang dihadapi. Tingkat taksonomi sangat penting karena tampa adanya tingkatan taksonomi, maka manfaat sistem klasifikasi tidak dapat diperoleh. Menurut kesepakatan internasional, istilah-istilah untuk menyebut masing-masing taksonomi bagi tumbuhan itu tempatnya tidak boleh diubah sehingga masing-masing istilah itu menunjukkan kedudukan atau tingkat dalam hierarki atau menunjukkan kategorinya dalam sistem klasifikasi. Dalam taksonomi tumbuhan istilah yang digunakan untuk menyebutkan suatu takson sekaligus mencerminkan pula di mana posisi dan seberapa tinggi tingkatnya dalam hierarki klasifikasi.
PEMBAHASAN
Keanekaragaman Tumbuhan
Kata keanekaragaman merupakan ungkapan untuk menggambarkan keadaan bermacam-macam suatu benda, yang dapat terjadi akibat adanya perbedaan dalam hal ukuran, bentuk, tekstur ataupun jumlah dan sifat yang nampak pada berbagai tingkatan organisasi kehidupan seperti ekosistem, jenis, dan genetik. Nilai keanekaragaman ditentukan dengan menggunakan angka indeks.Dapat dikatakan bahwa keanekaragaman merupakan suatu gejala yang dapat diamati dan bersifat universal (umum).
Keanekaragaman atau keberagaman dari makhluk hidup dapat terjadi karena akibat adanya perbedaan warna, ukuran, bentuk, jumlah, tekstur, penampilan dan sifat-sifat lainnya. Sedangkan keanekaragaman dari makhluk hidup dapat terlihat dengan adanya persamaan ciri antara makhluk hidup.
Teori Lamarck dan teori Darwin mengatakan menjelaskan bahwa jenis-jenis tumbuhan maupun hewan yang ada di muka bumi ini dari masa ke masa perlahan-lahan akan berubah bentuk kebentuk lainnya. Tidak ada satu macam jenis tumbuhan yang bentuknya tetap, mlainkan dari masa ke masa akan mengalami perubahan. Melalui evolusi dari bentuk lama akan dihasilkan bentuk-bentuk baru yang mungkin bahkan menyimpang dari bentuk-bentuk sebelumnya.
Kenekaragaman dapat terjadi akibat dipengaruhi oleh faktor genetik dan faktor lingkungan. Faktor genetik atau   faktor keturunan adalah sifat dari makhluk hidup itu sendiri yang diperoleh dari induknya. Faktor genetik ditentukan oleh gen atau pembawa sifat. Faktor lingkungan adalah faktor dari luar makhluk hidup yang meliputi lingkungan fisik, lingkungan kimia, dan lingkungan biotik. Lingkungan biotik misalnya suhu, kelembapan cahaya, dan tekanan udara. Lingkungan kimia misalnya makanan, mineral, keasaman, dan zat kimia buatan. Lingkungan biotik misalnya microoaganisme, tumbuhan,   hewan, dan manusia..
Keberadaan jumlah makhluk hidup yang luar biasa banyaknya dan semakin beranekaragam, akhirnya memunculkan disiplin ilmu dalam biologi yang disebut dengan taksonomi. Bergantung obyek yang diteliti, bilamana obyeknya adalah hewan maka diistilahkan sebagai taksonomi hewan, jika obyeknya tumbuhan maka ilmunya disebut taksonomi tumbuhan dan lain sebagainya.Penggunaan istilah taksonomi dan sistematik seringkali digunakan/ dimaknai sama, tetapi ada pula yang sedikit membedakannya.
Istilah taksonomi berasal dari bahasa Yunani, terdiri dari dua kata yaitu Taxis (penyusunan, penataan0 dan Nomos (aturan, hokum). Istilah tersebut diperkenalkan pertama kali oleh ahli taksonomi tumbuhan asal Perancis yaitu A.P de Candolle (1813)
Menurut Lawrance, 1964, Taksonomi adalah suatu ilmu yang mempelajari identifikasi, tata nama dan klasiifikasi obyek, dan biasanya terbatas pada obyek biologi. Definisi yang sederhana yaitu, Taksonomi adalah teori dan praktek pengelompokan organisme.
Stace, 1980, Sukla & Misra, 1979, Lawrance, 1964; Beranggapan bahwa taksonomi dan sistematik adalah merupakan sinonim. Singh, 1999 menyatakan bahwa Taksonomi sekarang ini pengertiannya diperluas sebagai studi tentang penamaan, deskripsi, klasifikasi, identifikasi dan filogeni.
1.   Taksonomi Tumbuhan
Taksonomi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari penelusuran, penyimpanan contoh, pemerian, pengenalan (identifikasi), pengelompokan (klasifikasi), dan penamaan tumbuhan. Ilmu ini merupakan cabang dari taksonomi. Taksonomi berasal dari bahasa Yunani yaitu : Taxis yang artinya susunan (arrangement) dan Nomos artinya aturan (hukum), taksonomi merupakan susunan berdasarkan aturan tertentu. Klasifikasi tumbuhan adalah bagian dari taksonomi. Ilmu taksonomi tumbuhan mengalami banyak perubahan cepat semenjak digunakannya berbagai teknik biologi molekular dalam berbagai kajiannya. Pengelompokan spesies ke dalam berbagai takson sering kali berubah-ubah tergantung dari sistem klasifikasinya.
Menurut Lawrence dalam bukunya Taxonomy of Vascular Plants definisi dari taksonomi dengan perumusan yang lebih sederhana, taksonomi adalah ilmu pengetahuan yang mencakup identifikasi, tatanama, dan klasifikasi pada obyek biologi yang bila dibatasi pada tumbuhan saja sering disebut dengan taksonomi tumbuhan.



2.    Sistematika Tumbuhan
Sistematika adalah ilmu yang secara ilmiah mempelajari keanekaragaman makhluk hidup serta sejarah hubungan kekerabatan evolusi yang ada di antara mereka. Gabungan antara taksonomi dan filogenetika.
Sistematika tumbuhan adalah ilmu yang berkaitan sangat erat dengan taksonomi tumbuhan. Namun demikian, sistematika tumbuhan lebih banyak mempelajari hubungan tumbuhan dengan proses evolusinya. Dalam sistematika bantuan ilmu seperti filogeni dan kladistika banyak berperan. Di sisi lain, taksonomi tumbuhan lebih banyak mempelajari aspek penanganan sampel-sampel (spesimen) tumbuhan dan pengelompokan (klasifikasi) berdasarkan contoh-contoh ini.
Klasifikasi  Ø Penempatan tumbuhan kedalam takson tertentu yang sesuai dengan sistem tata nama
Sistematika tumbuhan:
1.       Kingdom
2.      Divisio
3.      Sub-divisio
4.      Class / Klas
5.      Sub-class / Sub-klass
6.      Ordo / bangsa
7.      Sub-ordo / sub-bangsa
8.      Familia / suku
9.      Genus / marga
10.   Species / jenis
Ruang lingkup taksonomi dan sistematika lingkungan mempelajari tentang macam-macam keanekaragaman ditinjau dari kekerabatannya. Menurut pengertian baru taksonomi diberi pengertian sebagai ilmu yang mempelajari tentang teori-teori klasifikasi, pencirian dan penamaan. Dengan demikian kegiatan taksonomi mencakup tentang :
1.      Dasar-dasar pencirian
2.      Tata cara pengenalan dan hukum-hukum penamaan
3.      Asas-asas pengaturan tumbuhan dalam golongan atau kesatuan kelasnya secara ideal.
Biosistematik
·      Biosistematik menurut Camp dan Gilly (1943) menekankan pada penentuan batasan kesatuan biotik alami dan menerapkan pada nila-nilai unit suatu sistem penamaan yang memadai ini kepada tugas pemberitahuan informasi yang tepat tentang batasan yang ditentukan hubungan kekerabatan, variabilitas dan struktur dinamikanya.
·      Biosistematik menurut Clausen (1945), ia memandang bahwa genetika, morfologi komperatif dan ekologi sebagai sediaan data yang diperlukan, diambil dan diterapkan secara kolektif untuk studi dari spesiasi untuk mengambil suatu keputusan biosistematisnya.
Kunci Taksonomi
Kunci adalah suatu proses yang digunakan untuk dentifikasi tumbuhan yang belum diketahui namanya. Skema proses ini sering disebut kunci taksonomi. Nomenklatur adalah penerapan teknik penamaan tumbuhan sesuai dengan peraturan-peraturan yang tertera di dalam Kode Internasional Tata Nama Tumbuhan (KITT)

Hubungan Taksonomi dengan Ilmu Pengetahuan Lainnya

Ilmu taksonomi mempunyai beberapa tugas yaitu:
1. Menyediakan jalan untuk memungkinkan orang untuk mengadakan pengenaian, penentuan atau pendeterminasian semua jenis tumbuhan yang ada didunia ini. Untuk itu para ahli sistematik telah menciptakan sistem tatanama ilmiah yang universal, menyusun kunci determinasi, menghimpun koleksi spesimen acuan dan lain-lain.
2.  Pengumpulan semua data yang lengkap untuk dipertalakan secara teratur sehingga memungkinkan orang menarik keuntungan dari pengetahuan yang ada dengan cepat.
3.  Menciptakan terciptanya sistem klasifikasi yang tersusun sedemikian rupa dan mencerminkan dekatnya hubungan kekerabatan alamiah diantara tumbuhan, yang sekaligus harus pula dapat mengungkapkan jalannya evolusi tumbuhan.
4. Dari segala pengetahuan yang sudah tercapai ini dilakukan pengkajian analisis dan disintesiskan kembali untuk memperoleh pengertian dasar ilmiah dari keanekaragaman dan hubungan kekerabatan tumbuhan dan untuk mengetahui bagaimana mekanisme pendekatannya.
Mata rantai hubungan ilmu-ilmu lain dengan taksonomi tidaklah hanya masalah nama, peraturan pemberian nama yang benar secara internasional dan penggolongan saja, melainkan juga menentukan hubungan kekerabatan antar tumbuahan. Sehingga, ini penting untuk ilmu-ilmu terapan, seperti pertanian, kehutanan, farmasi, dan ilmu lainnya. Penggolongan tumbuhan harus dilengkapi dengan suatu dasar yang mantap dari ilmu-ilmu yang termasuk biologi, misalnya morfologi, anatomi, sitologi, embriologi, fisiologi, fitokimia, genetika, ekologi, fitogeografi, dan lain-lainnya.
Taksonomi merupakan dasar dari ilmu-ilmu lain, tetapi perkembangan taksonomi juga tergantung pula dari perkembangan ilmu-ilmu tadi. Klasifikasi yang baik dapat merupakan pedoman pencarian problem-problem penelitian biologi, serta bidang-bidang ilmu lainnya. Oleh karena itu para ahli taksonomi mempunyai tanggung jawab berat dalam membuat sistem klasifikasi yang dapat menjadi pedoman secara umum bagi ilmu lainnya.





KESIMPULAN

*       Teori Lamarck dan teori Darwin mengatakan bahwa jenis-jenis tumbuhan maupun hewan yang ada di muka bumi ini dari masa ke masa perlahan-lahan akan berubah bentuk kebentuk lainnya. Tidak ada satu macam jenis tumbuhan yang bentuknya tetap, mlainkan dari masa ke masa akan mengalami perubahan.
*       Taksonomi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari penelusuran, penyimpanan contoh, pemerian, pengenalan (identifikasi), pengelompokan (klasifikasi), dan penamaan tumbuhan. Ilmu ini merupakan cabang dari taksonomi.
*       Sistematika tumbuhan adalah ilmu yang berkaitan sangat erat dengan taksonomi tumbuhan.
*         Taksonomi tumbuhan mencakup tentang :
1.   Dasar-dasar pencirian
2.   Tata cara pengenalan dan hukum-hukum penamaan
3.   Asas-asas pengaturan tumbuhan dalam golongan atau kesatuan kelasnya secara ideal.
*      Ilmu taksonomi mempunyai beberapa tugas yaitu:
1.      Menyediakan jalan untuk memungkinkan orang untuk mengadakan pengenaian,  semua jenis tumbuhan yang ada didunia ini.
2.      Pengumpulan semua data yang lengkap untuk dipertalakan secara teratur sehingga memungkinkan orang menarik keuntungan dari pengetahuan yang ada dengan cepat.
3.      Menciptakan terciptanya sistem klasifikasi yang tersusun sedemikian rupa dan mencerminkan dekatnya hubungan kekerabatan alamiah diantara tumbuhan, yang sekaligus harus pula dapat mengungkapkan jalannya evolusi tumbuhan.
4.      Dari segala pengetahuan yang sudah tercapai ini dilakukan pengkajian analisis dan disintesiskan kembali untuk memperoleh pengertian dasar ilmiah dari keanekaragaman dan hubungan kekerabatan tumbuhan dan untuk mengetahui bagaimana mekanisme pendekatannya.


DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar